JAKARTA - Lonjakan minat perjalanan kerap menjadi konsekuensi langsung dari gelaran konser berskala global. Fenomena ini kembali terlihat menjelang pertunjukan grup K-pop dunia, BTS, yang dijadwalkan berlangsung di Busan pada Juni 2026.
Antusiasme penggemar tidak hanya memengaruhi penjualan tiket konser, tetapi juga berdampak signifikan terhadap tarif akomodasi di kota pelabuhan tersebut. Bahkan, kenaikan harga kamar hotel dilaporkan mencapai beberapa kali lipat dibandingkan tarif normal akhir pekan biasa.
Informasi mengenai lonjakan harga ini dilaporkan oleh Korea JoongAng Daily, yang mencatat bahwa dua pertunjukan akan digelar pada 12 dan 13 Juni 2026 sebagai bagian dari tur “Arirang”, tur stadion pertama grup tersebut setelah empat tahun.
Meski lokasi resmi konser belum diumumkan, peningkatan permintaan penginapan sudah terjadi jauh sebelum hari pelaksanaan.
Lonjakan Tarif Akomodasi Menjelang Konser
Data dari Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan menunjukkan harga rata-rata menginap satu malam antara 13 hingga 14 Juni mencapai 433.999 won atau sekitar Rp5 juta. Angka ini sekitar 2,4 kali lebih tinggi dibandingkan tarif akhir pekan di periode sekitar tanggal tersebut.
Survei dilakukan terhadap 135 fasilitas penginapan yang terdiri dari hotel, motel, dan pension berdasarkan harga di platform pemesanan daring pada 29 Januari 2026.
Kenaikan paling tajam terjadi pada kategori motel. Tarif rata-rata melonjak dari 106.663 won menjadi 325.801 won selama akhir pekan konser. Hotel juga mengalami peningkatan signifikan, dari 321.180 won menjadi 631.546 won. Sementara itu, penginapan jenis pension mencatat kenaikan lebih moderat, meski dalam beberapa kasus individu selisih harga tetap sangat lebar.
Sekitar sepuluh persen properti yang disurvei bahkan menetapkan tarif lebih dari lima kali lipat harga normal. Kondisi ini menggambarkan betapa kuatnya pengaruh konser berskala internasional terhadap dinamika industri pariwisata lokal, terutama di sektor akomodasi.
Perbedaan Harga Berdasarkan Lokasi Strategis
Dalam beberapa kasus ekstrem, satu hotel dilaporkan menaikkan tarif kamar dari 100.000 won menjadi 750.000 won per malam. Kenaikan tertinggi umumnya terjadi di area yang berdekatan dengan lokasi konser potensial maupun pusat transportasi utama kota.
Penginapan dalam radius lima kilometer dari Busan Asiad Main Stadium, stadion terbesar yang pernah menjadi lokasi konser grup tersebut pada 2022, mematok harga sekitar 3,5 kali lipat dari tarif biasa. Area sekitar Stasiun Busan dan Terminal Bus antarkota Seobu juga mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat.
Sebaliknya, kawasan wisata seperti Pantai Haeundae mencatat peningkatan lebih rendah, sekitar 1,2 kali lipat. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kedekatan dengan venue acara dan akses transportasi menjadi faktor utama dalam penentuan harga selama periode permintaan tinggi.
Secara hukum, kenaikan harga akomodasi tidak otomatis dianggap pelanggaran. Namun regulator menegaskan akan mengambil tindakan jika ditemukan indikasi kolusi atau praktik penetapan harga tidak wajar yang merugikan konsumen.
Pengawasan Pemerintah Dan Perlindungan Konsumen
Survei yang dilakukan regulator bertujuan menyediakan referensi informasi bagi wisatawan yang berencana datang ke Busan pada Juni 2026. Selain memantau tren harga, pemerintah juga berencana menyiapkan langkah komprehensif untuk menekan praktik penetapan tarif berlebihan pada kuartal pertama tahun ini.
Seorang pejabat regulator menyatakan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan kebijakan untuk menangani kasus kenaikan harga yang dinilai tidak wajar oleh konsumen.
Pemerintah daerah juga disebut berupaya mengamankan tambahan fasilitas penginapan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama periode konser dan acara besar lainnya.
Pendekatan ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara peluang ekonomi bagi pelaku usaha dan perlindungan konsumen dari lonjakan harga ekstrem yang tidak proporsional.
Dampak Global Tur Stadion BTS
Tur stadion yang berlangsung dari April 2026 hingga Maret 2027 mencakup 34 kota di Asia, Amerika, Australia, Eropa, hingga Inggris. Dampaknya tidak hanya terasa di Korea Selatan, tetapi juga di berbagai kota penyelenggara lain.
Laporan dari The Nation Thailand menyebutkan bahwa di sejumlah kota, perebutan tidak hanya terjadi pada tiket konser, tetapi juga penerbangan dan kamar hotel yang cepat terjual habis. Lonjakan pengunjung diperkirakan memberi dorongan ekonomi tambahan bagi sektor pariwisata lokal di luar arena konser.
Efek serupa terlihat segera setelah tur diumumkan pada 13 Januari 2026. Dalam 48 jam, pencarian perjalanan ke Seoul meningkat 155 persen, sementara Busan melonjak hingga 2.375 persen menurut Hotels.com.
Gelombang minat ini bahkan meluas ke luar Korea Selatan. Di Kaohsiung, Taiwan, pencarian perjalanan naik 6.700 persen di sekitar tanggal tur November berdasarkan data Booking.com.
Fenomena tersebut menegaskan besarnya pengaruh konser global terhadap mobilitas wisatawan internasional sekaligus sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di berbagai negara.
Lonjakan harga hotel di Busan menjelang konser Juni 2026 menjadi contoh nyata bagaimana industri hiburan dapat memicu perubahan cepat dalam pasar perjalanan.
Bagi penggemar yang berencana hadir, perencanaan sejak dini menjadi langkah penting untuk menghindari biaya akomodasi yang melonjak tajam. Di sisi lain, pengawasan pemerintah tetap diperlukan agar manfaat ekonomi dari acara besar dapat dirasakan tanpa mengorbankan kepentingan konsumen.