Proyeksi Pelabuhan Merak dan Bakauheni Paling Padat Saat Lebaran 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:05:14 WIB
Proyeksi Pelabuhan Merak dan Bakauheni Paling Padat Saat Lebaran 2026

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan bahwa Pelabuhan Merak dan Bakauheni akan menjadi jalur penyeberangan paling padat pada masa Angkutan Lebaran 2026. 

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, wilayah Lampung tercatat sebagai salah satu provinsi tujuan favorit para pemudik dari Jabodetabek, dengan perkiraan pergerakan sekitar 778.000 orang. Hal ini tentunya akan memengaruhi kepadatan arus penyeberangan, baik di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni. 

Menteri Perhubungan, Dudy, dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa untuk jalur Bakauheni, prediksi jumlah penumpang yang akan melintas di pelabuhan tersebut sangat signifikan.

Proyeksi Jumlah Penumpang di Lintas Merak–Bakauheni

Pelabuhan Bakauheni, yang berfungsi sebagai titik keberangkatan utama bagi pemudik yang ingin menuju Pulau Sumatra, diperkirakan akan melayani sekitar 813.000 orang selama masa angkutan Lebaran 2026. Sebagai pelabuhan tujuan, Bakauheni diprediksi akan kedatangan hampir 2,94 juta orang. 

Angka ini menunjukkan bahwa hampir 4 juta pergerakan masyarakat diperkirakan akan terjadi di lintas Merak–Bakauheni, yang menjadikannya sebagai salah satu rute paling sibuk pada masa mudik mendatang.

Menteri Perhubungan Dudy menyatakan bahwa, dengan pergerakan yang begitu masif, diperlukan penguatan pengamanan serta manajemen operasional yang optimal untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan pemudik. 

Pengaturan yang lebih baik ini akan sangat berperan dalam menghindari kepadatan yang bisa menghambat perjalanan masyarakat, mengingat tingginya jumlah pergerakan yang diprediksi akan terjadi.

Persiapan Kemenhub dengan Penambahan Kapal dan Kapasitas Penyeberangan

Untuk mengatasi lonjakan jumlah pemudik yang melintas di rute Merak–Bakauheni, Kemenhub telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. 

Salah satunya adalah penambahan kapal yang akan dioperasikan selama masa angkutan Lebaran 2026. Sebanyak 255 unit kapal telah disiapkan dengan kapasitas angkut total mencapai 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan. 

Kapal-kapal ini akan beroperasi di 15 lintasan penyeberangan yang ada di rute Merak–Bakauheni, termasuk beberapa alternatif lintasan yang disiapkan sebagai contingency plan.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan kelancaran arus mudik yang melibatkan ribuan kendaraan dan penumpang setiap harinya. Selain itu, penambahan kapal ini diharapkan juga mampu mengurangi waktu antrean dan meningkatkan kenyamanan pemudik di pelabuhan, yang seringkali menjadi titik kepadatan tinggi saat Lebaran.

Antisipasi Kepadatan di Kawasan Merak dan Bakauheni

Untuk menghadapi potensi kepadatan yang terjadi di sekitar kawasan pelabuhan, Kemenhub juga merancang sistem penanggulangan yang melibatkan berbagai pihak terkait. 

Salah satu solusi yang akan diterapkan adalah sistem penundaan (delaying system) di sekitar Pelabuhan Bakauheni. Sistem ini akan diterapkan di 10 titik buffer zone yang tersebar di jalan tol dan arteri, serta lokasi-lokasi strategis lainnya, seperti terminal, area parkir, dan rumah makan.

Dengan adanya delaying system, diharapkan arus lalu lintas di sekitar pelabuhan dapat diperlancar, sekaligus memberi kesempatan bagi pemudik untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mereka. 

Sistem ini juga dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan yang berpotensi terjadi, serta memberikan pemudik waktu lebih untuk melakukan persiapan sebelum menyeberang ke Pulau Sumatra.

Pengawasan dan Koordinasi di Wilayah Rawan Bencana dan Perlintasan Sebidang

Selain mempersiapkan manajemen operasional pelabuhan, Kemenhub juga bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi kendala yang bisa muncul di jalan-jalan utama, terutama yang berhubungan dengan perlintasan sebidang dan bencana alam. D

i Provinsi Lampung, misalnya, terdapat 139 titik perlintasan sebidang yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebanyak 31 perlintasan dijaga, sementara 108 lainnya tidak dijaga, sehingga rentan terhadap kecelakaan lalu lintas.

Untuk meningkatkan pengawasan di perlintasan tersebut, Kemenhub telah menambah 129 penjaga di beberapa titik strategis. Pengawasan ini akan menjadi prioritas utama selama masa Angkutan Lebaran 2026, terutama di jalan arteri yang menuju dan keluar dari Pelabuhan Bakauheni. 

Selain itu, perhatian juga diberikan pada potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah ini, seperti banjir, tanah longsor, dan rob. 

Koordinasi dengan Pemprov Lampung dan instansi terkait telah dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi segala kemungkinan yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik.

Tantangan Pengelolaan Arus Mudik di Pelabuhan Merak dan Bakauheni

Proyeksi kepadatan yang sangat tinggi di jalur Merak–Bakauheni selama Lebaran 2026 menuntut adanya koordinasi yang sangat baik antara Kemenhub, Pemprov Lampung, serta pihak-pihak terkait lainnya.

 Langkah-langkah strategis seperti penambahan kapal, penerapan delaying system, serta pengawasan di perlintasan sebidang dan titik rawan bencana, diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan selama masa mudik.

Namun, selain itu, peran masyarakat dalam mematuhi arahan dan kebijakan yang ditetapkan juga sangat penting untuk kelancaran arus mudik. Mengingat jumlah pemudik yang terus meningkat setiap tahunnya, persiapan yang matang dan pengelolaan yang efisien akan menjadi kunci utama dalam memastikan pengalaman mudik yang lebih lancar dan aman pada Lebaran 2026 mendatang.

Terkini